مَثَلُ الَّذِينَ حُمِّلُوا التَّوْرَاةَ ثُمَّ لَمْ يَحْمِلُوهَا كَمَثَلِ الْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا بِئْسَ مَثَلُ الْقَوْمِ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِآَيَاتِ اللَّهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Perumpamaan orang-orang yang dipikulkan kepadanya Taurat kemudian mereka tiada memikulnya adalah seperti keledai yang membawa kitab-kitab yang tebal. Amatlah buruknya perumpamaan kaum yang mendustakan ayat-ayat Allah itu. Dan Allah tiada memberi petunjuk kepada kaum yang dzalim.
Sama halnya dengan orang-orang Islam yang tidak mau membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur'an adalah seperti keledai.
Sabtu, 01 Mei 2010
Minggu, 17 Januari 2010
Kewajiban menuntut ilmu
Perintah Mencari Ilmu
Al Qur’an sebagai sumber pertama dari ajaran Islam telah memerintahkan, agar
setiap pemeluknya mempelajari ilmu pengetahuan. Telah kita ketahui semua,
bahwa ayat pertama yang diturunkan adalah ayat yang menyangkut tulis baca.
Tulis baca adalah sebagai salah satu alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan
(Q.S. Al Alaq: 1-5).
Ayat yang pertama dengan jelas memerintahkan, supaya belajar membaca.
Kemudian setelah itu dianjurkan mencari ilmu pengetahuan yang dinyatakan
dengan suatu isyarat yang disebutkan pada ayat yang kedua, yaitu ilmu hayat yang
membicarakan tentang kejadian manusia. Sebelum melangkah ke dunia luar,
manusia harus mempelajari kejadian dirinya lebih dahulu. Ayat ketiga dan
keempat mempertegas lagi tentang perintah membaca dan menulis. Setelah tahu
tulis baca, orang akan memperoleh pengetahuan sebagaimana dijelaskan pada ayat
yang kelima.
Ayat yang membicarakan tentang ilmu dalam Al Qur’an tidak kurang dari 580
tempat. Hal ini menunjukkan, bahwa betapa pentingnya ilmu itu. Agama Islam
benar-benar menempatkan ilmu itu pada tempat yang terhormat. Sebagai bukti
nyata adalah wahyu yang pertama yang diturunkan bukan ayat yang berhubungan
dengan ibadat shalat, puasa, menunaikan zakat, naik haji, dan kewajibankewajiban
lainnya, tetapi justru ayat yang berhubungan dengan baca tulis
sebagaimana dikemukakan di atas. Di samping itu kita lihat pula, bahwa Tuhan
menjadikan ilmu itu menjadi sifat-Nya yang diulang-ulang dalam Al Qur’an, tidak
kurang dari 162 kali.
Di dalam ajaran Islam orang yang memiliki ilmu diberikan derajat lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu, bahkan orang berilmu dibedakan dengan orang yang tidak berilmu. orang yang memiliki ilmu di dalam bahasa Arab disebut dengan istilah 'alim jamaknya ulama.
Perintah memunutut ilmu bahkan lebih ditekankan daripada berperang pada masa rsulullah, sehingga orang yang menuntut ilmu ketika gugur disebut syahid.Tetapi semuanya itu harus dilandasi dengan keimanan.
Al Qur’an sebagai sumber pertama dari ajaran Islam telah memerintahkan, agar
setiap pemeluknya mempelajari ilmu pengetahuan. Telah kita ketahui semua,
bahwa ayat pertama yang diturunkan adalah ayat yang menyangkut tulis baca.
Tulis baca adalah sebagai salah satu alat untuk memperoleh ilmu pengetahuan
(Q.S. Al Alaq: 1-5).
Ayat yang pertama dengan jelas memerintahkan, supaya belajar membaca.
Kemudian setelah itu dianjurkan mencari ilmu pengetahuan yang dinyatakan
dengan suatu isyarat yang disebutkan pada ayat yang kedua, yaitu ilmu hayat yang
membicarakan tentang kejadian manusia. Sebelum melangkah ke dunia luar,
manusia harus mempelajari kejadian dirinya lebih dahulu. Ayat ketiga dan
keempat mempertegas lagi tentang perintah membaca dan menulis. Setelah tahu
tulis baca, orang akan memperoleh pengetahuan sebagaimana dijelaskan pada ayat
yang kelima.
Ayat yang membicarakan tentang ilmu dalam Al Qur’an tidak kurang dari 580
tempat. Hal ini menunjukkan, bahwa betapa pentingnya ilmu itu. Agama Islam
benar-benar menempatkan ilmu itu pada tempat yang terhormat. Sebagai bukti
nyata adalah wahyu yang pertama yang diturunkan bukan ayat yang berhubungan
dengan ibadat shalat, puasa, menunaikan zakat, naik haji, dan kewajibankewajiban
lainnya, tetapi justru ayat yang berhubungan dengan baca tulis
sebagaimana dikemukakan di atas. Di samping itu kita lihat pula, bahwa Tuhan
menjadikan ilmu itu menjadi sifat-Nya yang diulang-ulang dalam Al Qur’an, tidak
kurang dari 162 kali.
Di dalam ajaran Islam orang yang memiliki ilmu diberikan derajat lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu, bahkan orang berilmu dibedakan dengan orang yang tidak berilmu. orang yang memiliki ilmu di dalam bahasa Arab disebut dengan istilah 'alim jamaknya ulama.
Perintah memunutut ilmu bahkan lebih ditekankan daripada berperang pada masa rsulullah, sehingga orang yang menuntut ilmu ketika gugur disebut syahid.Tetapi semuanya itu harus dilandasi dengan keimanan.
Akhlaq terhadap manusia
Akhlak Terhadap Diri Sendiri
a. Memelihara harga diri
b. Bersikap
c. Keperwiraan
d. Tidak rakus tetapi tetap ada kesungguhan
e. Menjauhkan diri dari riya
f. Menjauhkan diri dari ujub
g. Menjauhkan diri dari takabur
h. Menjauhkan diri dari kemashuran untuk mendapatkan pujian
i. Menjauhkan diri dari dari bermuka dua
j. Jangan kikir (ilmu, tenaga maupun harta)
k. Jangan mempunyai sifat iri dengki
l. Jangan lekas berputus asa
m. Selalu gembira dan penuh harapan
n. Gemar kepada kemajuan
o. Selalu berkata jujur
p. Selalu mengharapkan tuntunan Tuhan agar menjadi manusia yang baik dan
bermanfaat
a. Memelihara harga diri
b. Bersikap
c. Keperwiraan
d. Tidak rakus tetapi tetap ada kesungguhan
e. Menjauhkan diri dari riya
f. Menjauhkan diri dari ujub
g. Menjauhkan diri dari takabur
h. Menjauhkan diri dari kemashuran untuk mendapatkan pujian
i. Menjauhkan diri dari dari bermuka dua
j. Jangan kikir (ilmu, tenaga maupun harta)
k. Jangan mempunyai sifat iri dengki
l. Jangan lekas berputus asa
m. Selalu gembira dan penuh harapan
n. Gemar kepada kemajuan
o. Selalu berkata jujur
p. Selalu mengharapkan tuntunan Tuhan agar menjadi manusia yang baik dan
bermanfaat
Rabu, 06 Januari 2010
catatan Perjalanan
perjalanan ini diawali dari sebuah kota yang berjuluk"kota tapis berseri" menuju kota-kota yang yang berada di pulau jawa, sebutlah kota Merak, yang pertama kami lewati, kota di penghujung barat pulau jawa ini memiliki pelabuhan yang menjadi jantung penghubung antara pulau jawa dan sumatra.Perjalanan dengan membelah kota-kota di pulau jawa terasa sangat singkat, karena sarana jalan begitu lebar dan mudah untuk dilalui.
Senin, 28 Desember 2009
hadits tentang manisnya iman
حدثنا محمد بن المثنى قال حدثنا عبد الوهاب الثقفي قال حدثنا أيوب عن أبي قلابة عن أنس عن النبي صلى الله عليه و سلم قال ( ثلاث من كن فيه وجد حلاوة الإيمان أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما وأن يحب المرء لا يحبه إلا لله وأن يكره أن يعود في الكفر كما يكره أن يقذف في النار )
hadits tentang hak sesama muslim
قال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( بني الإسلام على خمس شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله وإقام الصلاة وإيتاء الزكاة والحج وصوم رمضان )
ziarah kubur
HAL MELAWAT
Bilamana kamu mendapat malapetaka maka berdo'alah: "Inna- lilla-hi wa
inna- ilaihi ra-ji'u-n. Alla-humma ajirni- fi- mushi-bati- wakhluf li- khairan
minha". Lawatlah ahli mayat dan anjurilah bersabar . Janganlah kamu
meratapi mayat dan pula menampar pipi, merobek pakaian dan meratap
ratapan jahiliyah , tetapi tidak mengapa menangisinya . Buatkanlah
makanan bagi kerabat mayat dan janganlah kamu berkumpul di tempat
keluarga janazah sesudah dikuburnya di mana mereka membuat makanan bagi
kamu
ZIARAH KUBUR
Ziarahlah ke kubur, agar kamu ingat akan akhirat dan janganlah
mengerjakan disitu sesuatu yang tiada diizinkan oleh dan Rasul-Nya, seperti
meminta-minta kepada mayat dan membuatnya perantaraan hubungan kepada
Allah.
Bila kamu sekalian datang ke kuburan maka ucapkanlah: "Assala-mu
'alaikum da-ra qaumin mukmini-na wa inna- insya- Alla-hu bikum la-hiqu-n.
Alla-humma la- tahrimna- ajrahum wala- taftinna- ba'dahum" ; kemudian
menghadaplah qiblat lalu berdo'a kepada Allah, memintakan ampun dan
'afiyat bagi mereka. Jangan orang perempuan sering berziarah ke kubur.
Bilamana kamu mendapat malapetaka maka berdo'alah: "Inna- lilla-hi wa
inna- ilaihi ra-ji'u-n. Alla-humma ajirni- fi- mushi-bati- wakhluf li- khairan
minha". Lawatlah ahli mayat dan anjurilah bersabar . Janganlah kamu
meratapi mayat dan pula menampar pipi, merobek pakaian dan meratap
ratapan jahiliyah , tetapi tidak mengapa menangisinya . Buatkanlah
makanan bagi kerabat mayat dan janganlah kamu berkumpul di tempat
keluarga janazah sesudah dikuburnya di mana mereka membuat makanan bagi
kamu
ZIARAH KUBUR
Ziarahlah ke kubur, agar kamu ingat akan akhirat dan janganlah
mengerjakan disitu sesuatu yang tiada diizinkan oleh dan Rasul-Nya, seperti
meminta-minta kepada mayat dan membuatnya perantaraan hubungan kepada
Allah.
Bila kamu sekalian datang ke kuburan maka ucapkanlah: "Assala-mu
'alaikum da-ra qaumin mukmini-na wa inna- insya- Alla-hu bikum la-hiqu-n.
Alla-humma la- tahrimna- ajrahum wala- taftinna- ba'dahum" ; kemudian
menghadaplah qiblat lalu berdo'a kepada Allah, memintakan ampun dan
'afiyat bagi mereka. Jangan orang perempuan sering berziarah ke kubur.
Langganan:
Postingan (Atom)